Memahami Isi Dari Bacaan Qunut Sholat Subuh

Memahami Isi Dari Bacaan Qunut Sholat Subuh

Pernahkah Anda melantunkan bacaan qunut sholat subuh? Lalu, apakah Anda sudah memahami tentang isi yang terkandung di dalamnya?

Imam Syafi’i menerangkan bahwa Qunut merupakan salah satu bentuk kesunahan dalam sholat. Di antaranya pelaksanaannya terdapat dalam sholat subuh hingga witir di pertengahan akhir dari bulan Ramadan.

Kesunahan ini sifatnya penting. Ketika Musholi terlupa tetapi dalam keadaan sholat, maka Musholi dianjurkan untuk bersujud sahwi sebelum salam.

Sekilas Tentang Qunut Subuh

Qunut memang pernah dilakukan oleh Nabi. Dan ini merupakan bagian dari ajaran. Oleh karenanya, mengikuti sunahnya jelas sangat baik.

Perlu digaris bawahi bahwa Qunut sendiri terus dilanggengkan oleh penganut Mazhab Syafi’i. Imam Syafi’i memberikan pendapat bahwa kesunahan dari Qunut hingga yaumil Qiyamah. Sebagaimana kesunahan lain yang pernah dilakukan oleh nabi.

Meskipun hanya sekali atau satu bulan, tetap saja ibadah tersebut tetap baik dikerjakan hingga Yaumil Qiyamah. Contohnya seperti puasa pada hari Senin dan Kamis. Nabi tentunya tidak setiap hari tersebut melakukan puasa, tetapi kesunahannya tetap sampai akhir.

Dari sinilah, Imam Syafi’i terus melakukannya pada waktu sholat subuh. Dan ini diikuti oleh umat Islam seluruh dunia yang memang bermazhab melalui pendapat Beliau.

Bacaan qunut sholat subuh tidak lain merupakan sebuah zikir khusus. Berisikan tentang permohonan dan pengagungan terhadap Allah.

Untuk bacaannya sendiri, Musholi bisa menggunakan doa apa saja. Dengan catatan, di dalamnya mengandung doa dan pujian.

Salah satu contohnya ialah dengan membaca akhir surat Al-Baqoroh. Sebagaimana dijelaskan dalam kitab Safinatun Najah, halaman 72.

Ketika Musholi melafalkan ayat tersebut, Musholi perlu meniatkan untuk Qunut. Dengan begitu, hasillah qunut sebagaimana yang diharapkan.

Isi Dalam Qunut Subuh

Bacaan qunut sholat subuh bisa menggunakan lafal apa saja. Asalkan terdapat doa dan pujian terhadap Allah. Tetapi yang paling utama ialah doa qunut yang pernah diajarkan oleh Rasulullah.

Seperti diriwayatkan oleh Al Hakim dari Abu Hurairah ra, Rasulullah membaca qunut dengan lafal di bawah ini.

Allohummahdini fii man hadait. Ini menunjukkan permintaan bahwa semoga Alloh memberikan hidayah. Waafini fii man afait. Maksudnya ialah semoga Allah menyelamatkan kita dari kesusahan dunia dan akhirat.

Watawallani fii man tawal lait. Maksudnya adalah meminta selamat dan penjagaan dari dosa sebagaimana orang saleh dijaga. Kemudian, wabarikli fii ma a’thoit. Keberkahan yang dimaksud ialah kebaikan.

Waqini syarro ma Qodoit. Doa ini bermakna permintaan agar dijauhkan atau dicegah dari perilaku buruk. Contohnya adalah hasud, perilaku yang menyebabkan dibenci Allah, tidak rido dengan Qodo’ Qodar dan lain sebagainya.

Itulah akhir dari doa tersebut. Sesudahnya, Musholi menambahkan pujian. Yakni, melafalkan Innaka taqdi wala yuqdo alaik, Tabarokta wata alait.

Bacaan dari qunut ini sebagaimana yang dilafalkan oleh Nabi. Sementara lafal lainnya merupakan tambahan. Tentunya ditujukan untuk menambah pujian terhadap Allah swt.

Mengenai permohonan tersebut, sebenarnya Musholi diajarkan supaya meminta petunjuk dan lain sebagainya sebagaimana Allah memberikannya pada orang saleh. Dan permohonan ini ditujukan supaya Musholi tergolong dalam kelompok orang yang diberkahi tersebut.

Pelafalannya disunahkan untuk siapa saja. Baik ketika sholat berjamaah maupun sholat sendirian.

Apabila terlupa untuk membacanya, Musholi diharuskan untuk bersujud sahwi. Mengenai penerapannya hampir sama dengan sujud rukun. Hanya saja, wirid yang dibaca sedikit berbeda. Dan letaknya ada di akhir sholat, tepat sebelum salam diucapkan.

Kesimpulannya, bacaan qunut sholat subuh ini adalah wirid berupa doa yang mana dipanjatkan agar selalu mendapat hidayah dan pertolongan di dunia dan akhirat. Maka dari itu, banyak kemanfaatan yang didapatkan oleh orang yang mau menjalankan.